Sabtu, 15 Mei 2010

WATAK PENDIDIKAN ISLAM

BAB I

PENDAHULUAN


Individu manusia lahir tanpa memiliki penegtahuan apapun tetapi dia telah dilengkapi dengan fitrah yang memungkinkanya untuk menguasai berbagai penegetahuan dan peradaban. dDengan memfungsikan fitrh itulah ia belajar dari lingkungan dan masyrakat orang dewasa yang mendirikan institusi pendidikan.
Nama pengarang Drs. Hery Noer Aly,M.A dan Drs. H. Munzier,S.MA (Jakarta : Friska Agung Insani, 2000)

A. Urgensi Pendidikan dalam Pembinaan Individu dan Masyarakat

Pendidikan merupakan persoalan penting bagi semua umat. Pendidikan merupakan alat untuk memajukan perdaban, mengembangkan masyarakat dan membuat generasi mampu berbuat banyak bagi kepentingan masyarakat.

Manakala stabilitas suatu bangsa terguncang atau kemajuan terhambat maka yang pertama-tama ditinjau ulang ialah sistem pendidikan, negara-negara arab telah menyelenggarakan muhtamar ketiga menteri pendidikan dan pengajran diQwait pada bulan Februari 1968 setelah perang 1967, Muhtamar menetapkan pentingnya meninjau ulang sistem pendidikan dan memperkuat ketrikatnya dengan warisan budaya umat teruma dengan aspek rohani dan keagamaan, untuk mencapai tujuan tersebut muhtamar merekomondasikan sebgai berikut :

1. Pentingnya membangun filsafat pendidikan dinegara Arab berdasarkan iman kepada Allah serta menjadikan iman sebagai sumber tingkah laku individu masyarakat
2. Mengembangkan kurikulum dan buku-buku pendidikan keagamaan serta kewarganegaraan yang dapat menanamkan nilai-nilai didalam jiwa generasi muda
3. Melaksanakan ketetapan-ketetapan terutama dengan perhatian terhadap materi pndidikan keagamaan sebagai materi asasi dengan penekanan pada tingkah laku yang merupakan unsur sangat penting dalam pembentukan kepribadian bangsa Arab
4. Menaruh perhatian besar pada pendidikan militer dalam bentuk kewajiban bagi para pelajar tingkat menengah serta lembaga pendidikan profesional dan akademis
5. Mempersiapkan Guru yang berakhlak luhur dan memiliki keteladanan sebagai materi dasar dalam kurikulum
6. Menjalin Koordniasi secara efektif antar berbagai institusi masyarkat seperti pendidikan, media masa, organisasi pembinaan, generasi muda, dan organisasi sosial agar saling membentuk generasi yang beriman kepada Allah
Pendidikan tidak berada dalam ruang hampa. Artinya, Pendidikan selalu berada dalam konteks. Pendidikan merupakan wahana sarana dan prosese serta alat untuk mentranfer warisan umat. (hal.2&3)



B. Umat Islam Memiliki Jati Diri

Allah telah memulyakan hamba-hambanya dengan agama yang hanif dan islam yang agung. Islam yang hanif itu adalah potensi dasar yang dimiliki umat, potensi dsar tersebut merupakan bagian dari watak dan kepribadian generasi umat sekarang. (Hal.6)
Islam yang hanif merupakan jalan hidup yang memperhatikan individu dan masyarakat serta aspek material dan asfek spiritual secara simultan. Islam memberi perhatian kepada individu : Mengatur hubungan dengan Tuhan, diri, keluarga, dan masyarakat dengan lingkungan fisik sekitarnya, bersamaan dengan itu islam mengatur urusan hidup masyarakat, hubungan antar negara islam dan negara lain seluruh umat manusia. (Hal.7)

C. Prinsif-prinsif Penciptaan Alam Semesta

Prinsif yaitu Penciptaaan yang bertujuan, persatuan dan keseimbangan. Selanjutnya konsep dan prinsif tersebut direfleksikan kedalam pemikiran tentang kemasyarakatn, hukum, ekonomi, pendidikan dan lain-lain.
1. Prinsif Penciptaan yang bertujuan.
Prinsif ini mengakan bahwa Allah adalah al-khalik(pencipta) dan selain Dia adalah makhluk(ciptaan) nya yang tidak mampu mendatangkan manfaat ataupun bahaya sekalipun kepada dirinya sendiri.(Hal.7)
Refleksi prinsip islam tersebut terhadap pendidikan melahirkan konsep bahwa pendidikan merupakan proses yang suci dan bertujuan: lapanganya ialah alam,porosnya ialah manusia,dan tujuannya ialah hidup beriman kepada Allah.(Hal.8)
2. Prinsip kesatuan
prinsip menegaskan bahwa Allah yang maha Esa dan tempat kembali satu-satunya menciptakan alam,manusia,dan kehidupan dalam sistem koordiasi yang sempurna(Hal.8)
kesatuan tampak pula pada diri manusia dengan berbagai kecenderungan.Manusia merupakan kesatuan yang terdiri atas ruh dan materi.(Hal.9)
3. Prinsif Keaeimbangan
Prinsip ini menegaskan bahwa Allah menciptakan alam dan manusia dengan ukuranya masing-masing, tidak ada satua bagianpun dari alam ini yang melampaui batas bagian yang lain, demikian Allah menciptakan manusia dari tanah dan ruh.
Demikian pula Allah menciptakan keseimbangan anatara individu dan masyarakat, anatara generasi yang satu deengan genaerasi yang lain, serta antara satu umat dan seluruh umat manusia.
Dan carilah pada apa yang dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagiaanmu dari (kenikmatan) duniamu dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu (QS.Al-Qashas.(hal.9&10)







D. Urgensi Pendidikan dalam Pandangan Islam

Islam memandang pendidikan sebagai proses yang terkait dengan upaya mempersiapkan manusia dengan untuk mampu memikul Taklif (tugas hidup) sebagai kholifah Allah dimuka bumi.
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang kholifah dimuka bumi,”mereka bertanya” Mengapa Engkau hendak menciptakan (kholifah) dibumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau? Tuhan berfirman “sesungguhnya Aku mengetahui apa apa yang tidak kamu ketahui,dan Dia mengajarkan kepad Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakanya kepada para malaikat,”lalu berfirman”sebutlah kepad-KU nama-nama benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar,” mereka menjawab”maha suci Engkau tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami,Sesungguhnya Engkau yang Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.”(Qs.Al-bagarah:2:30-32)

Jelas sekali jalan untuk dapat beribadah, memperoleh petunjuk, menjadi berbudaya, dan memakmurkan bumi guna melaksanakan tugas hidup dari Allah adalah ilmu dan pengetahuan yang dijiwai dengan ima. Ilmu pengetahuan serta hubunganya dengan risalahsamawi, Rasulullah saw, dalam posisinya sebagai guru mengajarkan kebaikandan hidayah kepada umat manusia. Banyak menjelaskan pentingnya ilmu pengetahuan dan penghargaan kepad para ulama yang bergelut dibidan pendidikan. Dalam sejarah umat islam pendidikan berjalan sebgai sarana untuk menyampaikan petunjuk dan kebaikan kepada individu,masyarakat dan selruh umat manusia. (hal.12 - 17)









`








BAB II
PERAN FILSAPAT DALAM PENDIDIKAN

Hubunga antara filsapat dan pendidikan ibarat hubungan dua sisi mata uang, yaitu dua aspek dari hakikat yang satu, sebab pendidikan pada hakikatnya merupakan aplikasi praktis dari filsapat. Karena peranya sangat penting bagi kehidupan manusia.

A. Ruang Lingku Filsapat
Persoalaan yang paling sulit yang dihadapi seseorang ketika mengkaji filsapat ialah menyusun definisi yang komperehensif (jami) dan benar-benar terbatas (mani) tentang filsapat.
Filsapat telah berkemabang dari sekedar berarti cinta pada pengetahuan atau kebijaksanaan menjadi berfikir sistematis tentang ontologi, efistomologi dan aksiologi. Filsafat merupakan khasanah umat manusia yang berisi perkembangan kemajuan manusia menuju kematangannya.(Hal;20)
Filsapat mempunyai fungsi-fungsi sebagai berikut;
(a) Fungsi ideal kultural
(b) Fungsi sosial kemanusiaan
(c) Fungsi ilmiah masa depan
Dari fungsi-fungsi filsafat tersebut lahir hasrat manusia untuk menjawab pertanyaan;
Hasrat itu muncul karena hal-hal sebagai berikut

(a) Manusia dengan filsafatnya memperhatikan kebudayaan-kebudayaan yang Sedang berlaku, memilih diantaranya, dan melakukan apa yang dikehendakinya,kemudian menambah dan menguranginya sesuai dengan garis filsapat yang diikuti individu dan masyarakat di mana ia hidup.
(b) Manusia adalah individu di dalam komunitas.ia baru akan menyadari kemanusiannya apabila berada di dalam komunitas yang terdiri atas sejumlah kekuatan sosial yang dijalin oleh berbagai kemaslahatan dan ikatan.
Filsafat memiliki nuansa ilmiah,sebab filsafatlah yang merangkai kerangka bangunan ilmu;bahkan, filsapatlah yang meletakan teori dan pernyataannya.(Hal;22)
B, Ruang lingkup pendidikan
Tugas pendidikan dimulai dari keluarga yang berkewajiban mentrasfer pengalaman kepada anak unyuk selanjutnya dapat membuka jalan hidupnya sendiri.(Hal;23)
B. Hubungan antara filsafat dan pendidikan
Hubungan

Rabu, 28 April 2010